Jangan bergaul dengan penyair.
Nanti kau jadi sekumpulan puisi.
Jadi pengantar tidur pecandu syair.
Dibuka-buka. Ditelanjangi.

Begini saja,
bila sudah terlanjur bertemu,
patahkan saja penanya dengan batu.
Supaya jangan ia menulis tentangmu.
Atau, bisa juga, kau tuangkan tinta
pada hatinya. Biar basah. Biar hitam.
Supaya dalam tinta ia tenggelam.

Jangan bergaul dengan penyair
nanti kau mencintai puisi.
Jangan jadi penyair
nanti kau jadi budak sajak.

Tapi, bila kau terlanjur jadi penyair.
Ulurkan tanganmu pada sajak-sajak yang rapuh.
Tuangkan hatimu pada tinta yang cair.
Hingga nanti ragamu merebah.

Jakarta, 10 April 2018