untuk nona dengan senyum manis
yang bukan lagi padaku tertuju

kita pernah begitu saling mengisi
dalam renung paling sunyi
dalam temu yang enggan kusudahi

tawamu adalah puisi paling ramai
yang tak rela kubagi walau tak pernah kumiliki

kau pernah jadi doa paling rahasia,
yang tak berani diucap pinta.

kau pernah jadi gemuruh detak
yang coba kuredam setiap detik

aku pernah mencoba menujumu
lewat juang tak tahu malu
lewat puisi-puisi tak sampai
lewat tatap lekat tanpa temu
lewat senyum yang sembunyi-sembunyi
lewat obrolan sederhana di antara kopi hitamku dan serabimu

kepada nona manis
terima kasih
pernah jadi tujuan sebuah pergi

Bandung, Agustus 2016