Pagi ini aku minum secangkir sepi.
Rasanya semanis senyum indahmu.
Ku seruput dalam-dalam sunyi itu,
kenangan dalam secangkir sepi.
Waktu tak pernah menunggu.
Detiknya terus berdetak,
membawa pergi senyummu.
Aku segera beranjak.
Secangkir sepi kusesap cepat-cepat,
mengejar detik yang hendak pergi.
Sebab waktu, enggan melambat.
Takkan lagi ku nikmati sunyi
Bandung, 17 November 2019